Selasa, 10 April 2012

KETONGGENG..kalajengking berekor cambuk

Terkadang secara tidak sengaja kita menjumpai binatang aneh satu ini, bisa di dalam rumah, di halaman atatu kalau saya terkadang menjumpainya di sekitar kamar mandi. Sebenarnya tidak aneh, hanya saja kita memang jarang melihat atau bahkan mengenalnya. Wujudnya sekilas seperti kalajengking, dengan dua capit di depan dan empat pasang kaki serta warnaya yang hitam kecoklatan. Namun ekornya hanya berbentuk seperti jarum, tidak besar dan terangkat seperti kalajengking. Binatang ini di Indonesia disebut Ketonggeng dan dalam bahasa inggris disebut "whip scorpions" (kalajengking cambuk). Binatang ini masih merupakan bangsa Thelyphonida


Ia tidak berbahaya layaknya kalajengking. Jika kalajengking memiliki racun pada ujung ekornya sebagai pertahanan diri, ketonggeng justru tidak memiliki racun sama sekali. Bentuk pertahanan diri ketonggeng ialah sepasang capit dan cairan asam. Jadi jangan heran saat secara tidak sengaja menemukan ketonggeng, bersamaan dengan itu kita juga akan mencium bau tidak sedap seperti asam cuka. Bicara soal makan, ia pun cukup berburu serangga yang lebih kecil atau bahkan cacing. Walaupun tidak berbahaya tetap saja saya sendiri merasa jijik dengan bentuknya yang aneh. Bagaimana dengan anda ?

Sumber : Wikipedia Indonesia

Kamis, 05 April 2012

SI TOMCAT


Si kecil berwarna merah hitam ini beberapa minggu terakhir selalu muncul di pemberitaan, baik media cetak maupun televisi. Berawal dari hebohnya warga di Surabaya sampai kasus terakhir di Serpong. Bukan karena warnanya yang menawan, tetapi akibat yang ditimbulkan terhadap manusia yang bersentuhan dengannya. Kulit terasa panas yang apabila bila digaruk justru akan melepuh. Dari dampak yang ditimbulkan itulah si tomcat menjadi serangga paling ditakuti di negeri ini.

Tetapi apakah benar si tomcat sedemikian berbahayanya ?. Ternyata pada kenyataannya tidaklah demikian. Si tomcat atau serangga dengan nama ilmiah Paederus fuscipes ini sebenarnya bukanlah hewan yang harus ditakuti. Mereka sebenarnya justru salah satu bagian dari pengendali ekosistem. Si tomcat ini ialah predator dari hama wereng yang menyerang tanaman padi. Sebagai predator dari wereng, tentu saja sangat mudah menemukannya di sekitar persawahan. Ia akan membuat manusia terganggu apabila populasinya meledak. Tomcat tidak akan hanya berkeliaran di  areal sawah saja, bahkan akan masuk ke rumah warga di sekitar areal sawah.

Tomcat sebenarnya tidak menyengat atau menggigit dalam menyalurkan racunnya. Tetapi ia mengeluarkan racun justru melalui kulitnya. Dalam mengeluarkan racun itupun ia tidak semata-mata, namun sebagai bentuk pertahanan diri. Racun itu sebenarnya merupakan cairan tubuh yang sifatnya sangat asam yang bila terkena kulit manusia maka akan menimbulkan rasa panas dan lepuh di kulit. Jadi apabila anda menemukan tomcat di badan anda, jangan ditepuk, tetapi cukup ditiup atau disingkirkan dengan kertas secara perlahan agar cairan tubuhnya tidak mengenai tubuh anda. Tak cuma yang masih hidup saja yang bisa membahayakan manusia, bahkan yang sudah matipun masih berbahaya bila tergencet tubuh manusia. 

Lalu bagaimana cara mengobati kulit yang terlanjur terkena cairan tubuh si tomcat ? Sebenarnya cukup sederhana. Ingat..! cairan tubuh si tomcat adalah asam kuat, jadi untuk menetralisir racunnya cucilah bagian tubuh yang terkena dengan air dan sabun mandi. Karena sabun mandi bersifat basa yang dapat menetralisir asam. Setelah dibasuh sabun, bilaslah dengan air yang mengalir agar racun si tomcat tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Sumber : Harian Joglosemar edisi Jumat, 30 Maret 2012

Jumat, 29 April 2011

SKALA SCOVILLE : pengukur pedasnya cabe

Anda penyuka pedas ? Jika "iya" berarti anda penyuka cabe ? Ya..cabe adalah salah satu sayuran favorit bagi hampir semua manusia di bumi ini. Rasanya yang pedas justru menjadi kenikmatan bagi yang mengkonsumsinya. Tetapi tahukah anda ada berapa banyak jenis cabe di bumi ini ? Jawabannya cukup banyak, ada berpuluh-puluh jenis cabe dengan tingkatan pedas yang berbeda-beda. Dari yang tidak pedas sama sekali sampai yang sangat pedas.

Selain sebagai penyuka cabe, apakah anda juga tahu bahwa cabe yang jenisnya beragam ternyata memiliki sebuah alat ukur untuk mengetahui tingkat kepedasannya ? Mungkin hanya sedikit yang tahu. Nama alat ukur itu adalah skala Scoville. Skala Scoville adalah ukuran tentang pedasnya cabai. Buah genus Capsicum (cabai) mengandung capsaicin, suatu bahan kimia yang merangsang ujung saraf penerima pedas di lidah, dan jumlah satuan pedas Scoville (SHU) menunjukkan jumlah capsaicin yang ada. Banyak sambal menggunakan peringkat Scoville mereka dalam iklan sebagai daya jualnya.

Namanya berasal dari Wilbur Scoville, seorang fisikawan Amerika Serikat yang mengembangkan Tes Organoleptic Scoville pada 1912. Pada rancangan aslinya, cairan ekstrak cabai dicampurkan dalam air gula sehingga 'pedasnya' tidak lagi dapat dideteksi oleh sebuah panel penguji (biasanya lima orang). Tingkat pencampurannya itu memberikan ukuran bagi skala Scoville ini. Jadi cabai manis yang tidak mengandung capsaicin sama sekali, pada skala Scoville nilainya nol. Artinya rasa pedas tidak ditemukan bahkan ketika cairan itu belum dicampurkan. Sebaliknya, cabai yang paling pedas, seperti misalnya cabai Habanero, mempunyai peringkat 300.000 atau lebih. Hal ini menunjukkan bahwa ekstraknya harus dicampurkan 300.000 kali lipat sebelum capsaicin yang hadir di dalamnya tidak terasa lagi. 15 satuan Scoville sama tingkatnya dengan satu bagian capsaicin per satu juta. Jadi, konsentrasi yang tertinggi sama nilainya dengan 15.000.000 satuan Scoville. Kelemahan teresar dari Tes Organoleptik Scoville ialah ketidaktepatannya, karena ia mengandalkan subyektivitas manusia.

Peringkat Scoville berbeda-beda dalam suatu spesies— yang paling mudah dengan faktor 10 atau lebih—tergantung pada keturunan benih, iklim dan bahkan tanah. Hal ini khususnya berlaku untuk habaneros.

16.000.000 Kapsaisin murni, Dihidrokapsaisin
9.100.000 Nordihidrokapsaisin
8.600.000 Homodihidrokapsaisin dan Homokapsaisin
7.100.000 Sambal "The Source"
5.300.000 Semprotan merica polisi
2.000.000 Semprotan merica biasa atau Bom Cabai
855.000 - 1.359.000 Cabai Naga Viper
350.000 - 580.000 Savina Merah habanero
100.000 - 350.000 Cabai Habanero
100.000 - 325.000 Scotch bonnet
100.000 - 225.000 Piri piri
100.000 - 200.000 Cabai pedas Jamaika
100.000 - 125.000 Cabai cayenne Carolina
95.000 - 110.000 Cabai Bahama
85.000 - 115.000 Cabai Tabiche
50.000 - 100.000 Cabai rawit, Cabai Chiltepin, Rocoto
40.000 - 58.000 Cabai Pequin
40.000 - 50.000 Cabai super chile, Cabai Santaka
30.000 - 50.000 Cabai Cayenne, Cabai Tabasco
15.000 - 30.000 Cabai de Arbol
12.000 - 30.000 Cabai Manzano, Ají
5.000 - 23.000 Cabai Serano
5.000 - 10.000 Cabai lilin panas, Chipotle
2.500 - 8.000 Jalapeño, Cabai Santaka, Saus Tabasco
2.500 - 5.000 Cabai Guajilla
1.500 - 2.500 Cabai Rocotilla
1.000 - 2.000 Cabai Pasilla, Cabai Ancho, Cabai Poblano
700 - 1.000 Cabai Coronado
500 - 2.500 Cabai Anaheim
500 - 1.000 Cabai New Mexico
500 - 700 Cabai Santa Fe Grande
100 - 500 Cabai Pepperoncini, Pimento
0 Paprika

Jumat, 01 April 2011

TAK ADA SUMUR DI SINI

Kita yang tinggal di desa di kaki gunung tentulah beruntung bila dibandinggkan dengan yang tinggal di perkotaan. Di kaki gunung air berlimpah dan kualitasnya masih cukup baik. Sedang di kota air bersih terbatas. Selain jumlah air berlimpah, di kaki gunung cara mendapatkan airnya juga rada beda. Dengan kondisi geografis yang berbukit-bukit tentu tidak mudah membuat sebuah sumur untuk mendapatkan air. Kalaupun ingin tetap menggali sumur, diperlukan kerja ekstra berat, perlu banyak tenaga dan biaya. Hal ini disebabkan karena letak air tanah di daerah kaki gunung cukuplah dalam. Namun masyarakat di kaki gunung punya solusi yang lebih baik dan mudah dalam mendapatkan air bersih.

Di kaki gunung pepohonan masih cukup lebat sehingga banyak bisa ditemui mata air. Masyarakat cukup memanfaatkan keberadaan mata air tersebut untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih. Untuk menyalurkan air dari sumbernya ke rumah-rumah masyarakat bergotong royong membangun saluran air. Mereka menyalurkan air dengan menggunakan pipa-pipa besi dan PVC. Dari mata air, air disalurkan ke setiap desa dengan pipa besi ukuran cukup besar, dimana di setiap desa telah ada bak ukuran besar sebagai tampungan sementara. Setelah dari bak besar, air disalurkan ke setiap dusun dengan pipa PVC yang ukurannya lebih kecil daripada pipa besi tadi.

Bak ini pasti ada di setiap dusun,
jadi air tertampung dahulu sebelum di alirkan ke rumah

Di setiap dusun telah terdapat bak air denga ukuran yang lebih kecil. Barulah dari bak ukuran kecil tadi air disalurkan ke rumah-rumah dengan menggunakan selang pastik seukuran jari. Di rumahpun, setiap warga sudah menyiapkan dua buah bak besar guna menampung air. Satu bak pertama sebagai tampungan awal sekaligus cadangan, dan bak kedua letaknya di kamar mandi. Bak kedua inilah air dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.



Dengan selang-selang plastik inilah, air mengalir ke rumah

Memperoleh air langsung dari mata air bukan berarti ketersediannya air akan selalu melimpah. Bila musim kemarau, debit air bisa kecil. Namun bila saat musim hujan, debit air cukup banyak. Tidak cukup sampai disini saja. Ternyata walaupun kita tak perlu menimba dalam mendapatkan air, bukan berarti pipa-pipa penyalur air tadi tidak lepas dari perwatan. Memang untuk pipa besi ukuran besar bisa awet sangat lama, akan tetapi pipa jenis PVC perlu diganti secara berkala setiap sekian tahun sekali. namun yang paling sering memerlukan pemeriksaan adalah pipa plastik yang menuju ke rumah tadi. Sering kali pipa plastik ini tersumbat oleh lumut, sehingga perlu sering-sering dibersihkan dengan cara di"ogrok-ogrok" dengan menggunakan kawat panjang. Jadi..agar air tetap mengalir sampai rumah..lumut harus disingkirkan...karena di gunung susah bikin sumur.

Kita yang tinggal di desa di kaki gunung tentulah beruntung bila dibandinggkan dengan yang tinggal di perkotaan. Di kaki gunung air berlimpah dan kualitasnya masih cukup baik. Sedang di kota air bersih terbatas. Selain jumlah air berlimpah, di kaki gunung cara mendapatkan airnya juga rada beda. Dengan kondisi geografis yang berbukit-bukit tentu tidak mudah membuat sebuah sumur untuk mendapatkan air. Kalaupun ingin tetap menggali sumur, diperlukan kerja ekstra berat, perlu banyak tenaga dan biaya. Hal ini disebabkan karena letak air tanah di daerah kaki gunung cukuplah dalam. Namun masyarakat di kaki gunung punya solusi yang lebih baik dan mudah dalam mendapatkan air bersih.

Di kaki gunung pepohonan masih cukup lebat sehingga banyak bisa ditemui mata air. Masyarakat cukup memanfaatkan keberadaan mata air tersebut untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih. Untuk menyalurkan air dari sumbernya ke rumah-rumah masyarakat bergotong royong membangun saluran air. Mereka menyalurkan air dengan menggunakan pipa-pipa besi dan PVC. Dari mata air, air disalurkan ke setiap desa dengan pipa besi ukuran cukup besar, dimana di setiap desa telah ada bak ukuran besar sebagai tampungan sementara. Setelah dari bak besar, air disalurkan ke setiap dusun dengan pipa PVC yang ukurannya lebih kecil daripada pipa besi tadi. Di setiap dusun telah terdapat bak air denga ukuran yang lebih kecil. Barulah dari bak ukuran kecil tadi air disalurkan ke rumah-rumah dengan menggunakan selang pastik seukuran jari. Di rumahpun, setiap warga sudah menyiapkan dua buah bak besar guna menampung air. Satu bak pertama sebagai tampungan awal sekaligus cadangan, dan bak kedua letaknya di kamar mandi. Bak kedua inilah air dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Memperoleh air langsung dari mata air bukan berarti ketersediannya air akan selalu melimpah. Bila musim kemarau, debit air bisa kecil. Namun bila saat musim hujan, debit air cukup banyak. Tidak cukup sampai disini saja. Ternyata walaupun kita tak perlu menimba dalam mendapatkan air, bukan berarti pipa-pipa penyalur air tadi tidak lepas dari perwatan. Memang untuk pipa besi ukuran besar bisa awet sangat lama, akan tetapi pipa jenis PVC perlu diganti secara berkala setiap sekian tahun sekali. namun yang paling sering memerlukan pemeriksaan adalah pipa plastik yang menuju ke rumah tadi. Sering kali pipa plastik ini tersumbat oleh lumut, sehingga perlu sering-sering dibersihkan dengan cara di"ogrok-ogrok" dengan menggunakan kawat panjang. Jadi..agar air tetap mengalir sampai rumah..lumut harus disingkirkan...karena di gunung susah bikin sumur.

Rabu, 23 Maret 2011

ADA "HIK" ADA "SEGO KUCING"

Makan malam sudah, tapi perut masih minta diisi. Selain itu mata juga belum mau merem. Malam-malam begini memang enaknya cari kudapan yang ringan tapi mengenyangkan. Keluar ah..cari sesuatu buat memenuhi keinginan si mulut.... Bakso, mie ayam, capjay, tahu kupat terlalu mengenyangkan. Ya sudah pilihan akhirnya tetap satu, nongkrong di angkringan. Istilah angkringan yang populer di sekitar wilayah kota Solo adalah "hik". Gak tahu sebenarnya apa arti dan asal muasal kata "hik" tersebut.

Suasananya memang temaram

Makan di hik akan memberikan suasana yang berbeda bila dibandingkan makan di warung makan atau restoran. Di hik, penikmat kuliner ( waalah istilahe kok duwurmen he.he..) bisa duduk di bangku panjang tanpa sandaran di depan atau samping dari gerobak yang dipakai untuk memajang korban dari para manusia yang kalo malam pada kelaparan ( korban yang dimaksud adalah makanan dan minuman ha.ha.ha..ha ). atau bisa juga duduk lesehan dengan tikar di kanan kiri gerobak. Pencahayaan yang diberikan di hik memang dibuat temaram sehingga berkesan hangat, dekat dan akrab. Kalau tidak percaya monggo dicoba sekali-kali makan di hik tapi lampunya dibuat terang pakai lampu 200 Watt, dijamin gak betah nongkrong apalagi makan. Pencahayaan yang dipakai biasanya lampu minyak atau istilah kerennya "lampu teplok". Namun sekarang berhubung pemerintah gak mendukung rakyat kecil ( minyak tanah mahal ) maka diganti dengan lampu listrik dengan daya terang 2,5 watt atau 5 watt.

Menu yang tersedia di hik sangat banyak dan merupakan menu makanan sederhana. Dari minuman seperti es teh, es jeruk, susu jahe, STMJ ( susu telur madu jahe ), kopi dan soda gembira. Harga minuman mulai dari Rp.1000 sampai dengan Rp.6000 . Berbagai macam camilan yang biasa seperti goreng-gorengan ( bakwan, tahu, tempe, pisang goreng, tape goreng, timus ), bacem-baceman ( tahu/tempe/ceker/kepala ayam ), sate-satenan ( sate telur gemak, ati ampela, usus, sosis ). Gorengan perpotong dihargai Rp.500, sate harganya mulai dari Rp.1000 sampai Rp.2000. Dan untuk yang mengenyangkan tersedia dalam bentuk bungkusan, ( harga perbungkus Rp.1000) ada capjay, bihun goreng, nasi goreng dan yang cukup terkenal, unik dan menjadi identitas dari hik itu sendiri adalah SEGO KUCING.

Inilah rupa dari sego kucing

Bagi yang baru coba makan di hik pasti rada aneh mendengar menu terakhir di atas. Ya..SEGO KUCING..Sego kucing yang bahasa indonesianya nasi kucing dan bahasa Inggrisnya cat rice hanyalah sebuah sebutan saja. Bukan berarti nasi berlaukkan daging kucing. Sebutan itu disebabkan oleh porsi atau ukuran pengemasannya sama dengan porsi yang dimakan oleh kucing. Pada awalnya, sego kucing muncul pertama kali di wilayah kota Klaten, sehingga masyarakat Klaten bolehlah berbangga oleh karena kuliner mereka kini sudah melegenda. Karena kemasannya yang cukup kecil, biasanya seorang tidak cukup bila cuma melahap satu bungkus sego kucing. Ia minimal akan menghabiskan dua atau tiga bungkus sego kucing. Lauk yang terdapat dalam sego kucing sebenarnya juga SSS ( sangat sederhana sekali, atau bahkan kesannnya "ndeso banget" ) berupa beberapa ikan teri goreng atau sepotong daging ikan bandeng seukuran jari plus sambal terapi. Terkadang ada juga sepotong timun sebagai pelengkap. Bagi yang tidak suka ikan teri atau bandeng, penjual biasanya juga menyediakan sego kucing yang berlaukkan oseng-oseng tempe.

Apakah keunikan dari hik sebatas kedua hal di atas ? Tidak...masih ada satu lagi keunikannya. Di hik, konsumennya berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa sampai eksekutif, dari anak-anak sampai orang tua dan yang pasti muda-mudi. Jadi tidak heran, hik bisa dipakai sebagai tempat untuk berpacaran, tempat untuk membahas isu-isu terbaru, sampai juga masalah lobi-melobi dalam bisnis.

Bagi yang sudah biasa jajan di hik, monggo teruskan kebiasaan itu sebagai bentuk pelestarian kuliner asli Indonesia. Bagi yang belum, silahkan mencoba keunikannya. Dan harapan ke depan, semoga saja hik bisa menjadi sarana wisata kuliner khas dari Indonesia. Hidup hik...hidup sego kucing.....

Senin, 21 Maret 2011

BUAHNYA BISA MELEDAK



Pernah melihat tanaman di atas ?...Yakin belum pernah melihatnya ?...Mungkin juga sudah sering menjumpainya. Ya..tanaman ini banyak kita jumpai di tepi jalan, di kebun di tepi sawah atau sungai. Daerah sebarannya tidak hanya di desa, bahkan di kota kita akan sering menjumpainya.

Tanaman ini termasuk dalam jenis tanaman semak dengan buah kecil berbentuk bulat panjang kecil dan ujungnya meruncing. Saat masih muda buahnya berwarna hijau dengan tengah berwarna kuning, saat tua buah berwarna coklat. Tanaman ini di setiap tempat memiliki nama berbeda-beda dan sampai saat ini penulis belum menemukan nama yang baku dan nama ilmiahnya ( bagi yang tahu nama baku dan ilmiahnya boleh menulisnya di komentar he..he..he..).

Sebenarnya tanaman ini biasa saja. Namun ada satu hal yang menarik perhatian penulis untuk mengunggahnya di blog ini. Penulis teringat pada masa kecil dulu suka bermain tanaman ini. Bagaimana cara mainnya ? Begini..! Anda melihat buahnya yang panjang runcing berwarna coklat ? Ya...buah dari tanaman inilah yang menarik dan unik, dan akhirnya bisa untuk menjadi mainan. Coba petik buahnya yang sudah coklat, lalu celupkan ujung buah yang runcing ke air. Tunggu beberapa detik...dan..."ppleetakkk.." Buah tersebut akan pecah mulai dari ujung yang runcing sampai pangkal dan menimbulkan suara yang cukup keras. Oleh karena itu penulis menamainya "Pletekan" seperti suara buahnya saat pecah. Yang lebih unik lagi, dengan buahnya seseorang bisa iseng dengan tujuan mengagetkan orang lain. Caranya ialah dengan mencelupkan buah tersebut ke air lalu meletakkannya di bahu atau di atas kepala teman yang mau diisengi. Tunggu beberapa detik...lalu akan "ppleetakk.." Bagi mereka yang menjadi korban akan cukup terkejut dengan bunyi dan getaran dari buah yang pecah tadi.

Dulu penulis sering melakukannya, namun maaf..agak sedikit jorok. Soalnya sebagai pengganti air untuk membasahi buah tadi, menggunakan air ludah ( he..he..he ). Soalnya kalau harus bawa air repot. Namun tidak apa-apalah sedikit iseng ...hehe..he

Minggu, 21 November 2010

SEPANJANG APA TEMPEmu ??

Siapa yang tak kenal tempe ? Jika sampai ada yang tidak tahu kita sebut saja ia dengan "kelewatan jaman". Ya..tempe memang makanan asli Indonesia. "Itu dulu.." begitu sekarang banyak orang bilang. Karena sekarang secara hak kepemilikan, tempe telah dipatenkan oleh Jepang. Namun biarlah, semua orang asli Indonesia juga tetap yakin kalau tuh tempe asalnya dari Indonesia ( cuma kedelainya saja yang bisa dari mana-mana he.he...).

Di kesempatan ini kita tidak akan membahas tentang siapa pemilik tempe, yang pasti semua orang itu berhak untuk makan tempe sepuasnya. Selama ini kita sering menjumpai rupa-rupa tempe, dari yang ukuran seKTP sampai seukuran buku tulis, dari yang berbahan dasar kedelai, kacang-kacangan sampai ampas kedelai ( tempe gembus ), dari yang berbungkus daun jati, pisang ataupun plastik.

Bagaimana ? Cukup anjang bukan ukuran tempenya.

Tetapi pernahkah ada yang melihat tempe dengan ukuran 1 meter atau bahkan lebih ? Jika kita berkunjung ke sebuah pasar kecamatan di wilayah barat Kabupaten Ngawi tepatnya Pasar Ngrambe, kita akan menjumpainya. Tempe disini pada umumnya berukuran "long size" bahkan "king size". Rata-rata pengerajinnya mencetak dalam ukuran panjang 1-2 meter dengan pembungkus menggunakan daun jati. Alasan pemilihan ukuran tempe ialah agar saat membawanya ke pasar tidak repot. "Kok gitu ???" Begini, jika dikemas satuan seukuran KTP, jumlahnya jadi banyak. Jadi repot untuk memasukkannya ke keranjang, mesti satu-satu. Nah..kalau dibuat dengan ukuran 1 meteran bisa gampang bawanya, bisa dipanggul, ke tenteng atau dikempit (dijepit) di kelek (ketiak)...(weeek....he.he..). Jika ingin yang ukuran kecil tinggal potong-potong saja. Bahkan kalau bosan nunggu pembeli, penjual bisa main pedang-pedangan memakai tempe..ha..ha..ha.

Lalu bagaimana jika pembeli ingin membelinya ? Gampang..pembeli pengen beli yang utuh atau seperlunya saja. Kalau beli utuh yang tinggal ditukar sama 1 lembar uang Rp.20000 ( ini menurut perhitungan penulis, sebab sepotong tempe ukuran 10 cm harganya Rp.2000...jadi penulis agak paranormal gitu...ha..ha..). Yang pasti dijamin rasanya lebih ajib dari pada buatan Jepang, soalnya pakai daun jati yang akan memberikan aroma dan rasa tempe yang sangat-sangat tempe.......monggo plesiran ke Ngrambe dan belanja tempenya dan rasakan kepanjangan tempenya...

Selasa, 03 Agustus 2010

SI RAMBUT GIMBAL....bukan rasta bukan punk

Ada sebuah daerah di Jawa Tengah yang benar-benar tepat di tengah-tengah Jawa Tengah. Udaranya yang sejuk dengan pemandangan alam yang elok berupa gunung berapi dan jajaran pegunungan. Daerah tersebut bernama Plateu Dieng. Plateu adalah sebuah dataran tinggi yang puncaknya berupa dataran rata yang luas. Dieng merupakan salah satu tempat terindah di Jawa Tengah yang menjadi daya tarik wisata. Tidak hanya kumpulan gunung berapinya seperti : Gunung Prahu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, namun juga perbukitan dengan ladang sayurannya. Selain itu terdapat juga komplek Candi Arjuna yang mungkin sebagian besar masyarakat sudah mengenalnya.

Dataran Tinggi Dieng, tampak Gunung Sindoro yang gagah
di sebelah kanan


Komplek Candi Arjuna

Ternyata kekayaan yang dimiliki oleh Dieng tidak hanya gunung berapi, jajaran pegunungan dan hamparan lading sayur mayur yang elok saja. Di sana juga menyimpan kekayaan budaya yang sangat unik, yaitu tradisi potong rambut gimbal. Tradisi ini terdapat di Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Walau tidak semua tak semua anak di desa berambut gimbal, namun jumlah anak yang berambut gimbal cukup banyak. Gimbal tersebut tidak seperti yang dimiliki oleh anak-anak penggemar aliran rasta atau anak punk yang dengan sengaja membuatnya menjadi gimbal. Gimbal yang dimiliki anak-anak di dataran Dieng ini terjadi secara alami.

Si anak berambut gimbal

Warga setempat percaya bahwa anak gimbal tersebut adalah titisan dari Mbah Kolodite yang diyakini secara turun-temurun sebagai kiai yang memilki ilmu spiritual tinggi di Dataran Tinggi Dieng pada dahulu kala. Awal mulanya seorang anak memiliki rambut gimbal adalah ketika mereka akan menginjak usia satu tahun. Anak-anak itu mengalami demam tinggi yang bagi medis tidak bisa mengatasinya. Hingga beberapa minggu setelah mengalami demam, timbullah rambut gimbal pada anak-anak itu. Jika rambut gimbal itu disisir, rambut itu akan kembali gimbal. Sementara jika rambut gimbal itu dipotong, anaknya akan sakit keras. Oleh karena itu diperlukan ritual khusus untuk memotong rambut gimbal.

Permintaan anak berambut gimbal harus dituruti sebagai syarat ritual, selain juga anak gimbal bersedia mengikuti ritual atas kemauannya sendiri. Ritual potong rambut gimbal dilaksanakan di Komplek Candi Arjuna. Permintaan anak gimbal bermacam-macam dan terkadang lucu atau aneh. Ada yang meminta tempe gembus setampah, bebek lima ekor, telur asin seember, seekor kambing dan lain-lainnya.

Rirual pemotongan rambut gimbal

Setelah semua kebutuhan ritual terpenuhi, termasuk menambahkan ikatan kain di kepala dan menyelimuti tubuh anak gimbal dengan kain mori serta anak gimbal telah dibersihkan dengan air Sendang Sedayu, satu per satu anak gimbal didudukkan di tangga candi. Ritual pemotongan rambut gimbal dimulai, dengan diiringi rapalan doa dari sesepuh desa, orangtua dan warga yang hadir menyertai ritual.

Itulah salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Dataran Tinggi Dieng yang juga merupakan kekayaan budaya Negara kita tercinta. Sampai sekarang ritual potong rambut gimbal ini masih rutin dilaksanakan. Bukan saja untuk menjalankan kepercayaan yang sudah lama ada, tetapi juga demi tetap lestarinya budaya setempat agar tidak tergerus jaman.


Sumber : Harian Kompas dan infojawatengah.com

Jumat, 30 Juli 2010

PENEBAR AROMA TAK SEDAP

Siapa yang tak kenal dengan bunga bangkai. Bunga berukuran besar yang mengeluarkan bau tak sedap saat mekar. Bahkan jenis yang terbesar yaitu Amorphophallus titanium mengeluarkan bau busuk yang dapat tercium sampai radius 100 meter. Selama ini masyarakat telah banyak salah kaprah. Mereka salah mengartikan bunga bangkai sebagai Rafflesia arnoldii. Sesungguhnya kedua jenis tanaman ini sangat berbeda. Bungan bangkai memiliki daun dan batang. Sedangkan rafflesia tak memiliki daun dan batang dan hidup sebagai parasit pada tumbuhan lain. Rafflesia juga menyebarkan bau yang tak sedap seperti bangkai.

Sebaran bunga bangkai banyak terdapat di Asia Tenggara, terutama Indonesia ( Sumatra dan Jawa ), Madagaskar, India, Cina selatan dan Australia utara. Berikut ini macam-macam bunga bangkai yang bisa ditemui di Indonesia dan luar Indonesia :

1. RAFFLESIA ARNOLDII
Nama lokal : Rafflesia
Sebaran : Sumatra
Habitat : Hutan sekunder
Ukuran : diameternya 1- 2 meter







2. AMORPHOPHALLUS PRAINII
Nama lokal : -
Sebaran : Sumatra, Jawa
Habitat : Hutan sekunder, semak belukar
Ukuran : tinggi mencapai 30-40cm






3. AMORPHOPHALLUS PAEONIIFOLIUS
Nama lokal : Suweg
Sebaran : Madagaskar, India, Thailand, Indocina,
Cina selatan, Australia utara
Ukuran : tinngi mencapai 0,7 m lebar 0,5 m








4. AMORPHOPHALLUS SAGITTARIUS
Nama lokal : -
Sebaran : Jawa Barat
Habitat : Hutan sekunder
Ukuran : tinggi mencapai 30-40cm











5. AMORPHOPHALLUS TITANUM
Nama lokal : Bunga bangkai, kruing, kerubut
Sebaran : Sumatra
Habitat : Hutan sekunder
Ukuran : tinggi mencapai >2 m, lebar 1,5 m











6. AMORPHOPHALLUS DECUS-SILVAE
Nama lokal : acung jangkung
Sebaran : Jawa
Habitat : Hutan sekunder
Ukuran : tinggi batangnya bisa mencapai >4 m










DAUR HIDUP BUBGA BANGKAI

Bunga bangkai masuk dalam suku talas-talasan ( Araceae ), terdiri atas dua bagian utama : seludang dan tongkol. Seludang adalah bagian yang menyerupai mahkota berwarna merah gelap dan berfungsi melindungi bakal buah dan menarik perhatian serangga penyerbuk. Bunga bangkai betina akan mekar lebih dulu dibandingkan dengan yang jantan. Itu sebabnya penyerbukan sendiri tak pernah dapat terjadi karena saat serbuk sari keluar, bunga betina sudah tidak bisa menerima. Dengan demikian dibutuhkan penyerbukan silang.

siklus hidup bunga bangkai

Bunga bangkai memiliki siklus hidup dua tahap, yaitu masa berdaun ( vegetatif ) dan masa berbunga ( generatif ). Kedua tahapan itu selalu diselingi oleh masa istirahat. Daur hidup bunga ini berlangsung antara 20-40 tahun, sejak mulai biji hingga pertama kali berbunga.



Sumber : Harian Kompas dan National Geographic Indonesia edisi Juni 2010

Rabu, 28 Juli 2010

KAMERA LUBANG JARUM

Anda suka fotografi ? atau mungkin hanya sekedar iseng jepret sana jepret sini. Apa jenis kamera anda ? Analog atau digital ? Mungkin sebagian besar dari kta sudah banyak yang memiliki kamera. Tentu di jaman sekarang pilihan jatuh ke kamera jenis digital, selain simpel dan tentu saja trendi karena merupakan salah satu alat penunjang gaya hidup. Tapi bagaimana bagi yang belum memiliki kamera digital ? Ada yang memiliki alasan karena harganya yang masih relatif mahal atau mungkin karena tidak merasa terlalu perlu yang digital, dengan kata lain "pakai yang analog sudah cukup"

Namun bagi anda yang tidak memiliki kedua jenis kamera, anda bisa memilikinya tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak. Bagaimana bisa ? Mungkin itu pertanyaan yang akan anda ajukan...Jawabannya "bisa". Yaitu dengan membuat sendiri kamera lubang jarum. Disebut kamera lubang jarum karena kamera ini tak memakai lensa dan hanya memerlukan satu buah lubang seukuran jarum.

Mau pakai kaleng biskuit atau kaleng yang lain bisa saja...bebas

Kamera tanpa lensa ini telah dipakai sejak dulu kala. Pada abad keempat, sejumlah tokoh Yunani seperti Aristoteles dan Euclid telah mendeskripsikan teknik tersebut. Begitu pula, pada abad kelima, seorang filsuf Cina bernama Mo Jing juga telah bermain-main dengan teknik ini, yang ternyata memang sederhana namun bekerja dengan cukup baik.

Prinsip kerjanya ialah :
Bayangkan bahwa anda memiliki sebuah ruang kamar yang benar-benar tertutup rapat, kecuali pada sebuah ‘lubang jarum’ di salah satu sisinya. Gelombang cahaya akan ‘bocor’ memasuki lubang ini, sehingga sebuah citra akan terbentuk pada sisi dinding yang berseberangan dengan ‘lubang jarum’. Seperti terlihat pada gambar, citra yang terbentuk menyerupai objek yang terletak di luar ruang kamar, hanya saja terproyeksikan secara terbalik.

Untuk membuat kamera lubang jarum, anda membutuhkan bahan antara lain :
1. Kaleng bekas rokok, atau kaleng biskuit.
2. Cat warna hitam doff.
3. Lakban hitam.
4. Kertas foto.

Berikut ini cara membuatnya :

1.Gunakan kaleng atau kotak kecil sebagai badan kamera. Kemarin yang digunakan untuk kamera adalah kaleng biskuit.

2.Keseluruhan badan kamera (interior maupun eksteriornya) di cat hitam (biasanya pake cat doff bukan yang glossy) untuk mencegah adanya refleksi cahaya

3.Buat sebuah lubang kecil di salah satu sisi sebagai jalan masuk cahaya (diafragma). Bila lubang terlalu besar, tutup lubang dengan aluminium, lalu lubangi aluminium dengan jarum.

4.Tempelkan sebuah penutup yang berfungsi sebagai rana (bisa menggunakan lakban hitam) di lubang tersebut untuk mencegah masuknya cahaya saat kita sedang tidak melakukan pemotretan. Untuk mengecek apakah lubang tersebut telah sesuai dengan yang diinginkan, kita dapat mengetahuinya dengan melihat ke dalam sisi belakang kamera.

5.Pada sisi dalam kaleng a.k.a kamera yang berhadapan dengan lubang tersebut, tempelkan juga sebuah double tape untuk menahan kertas foto (biasanya memakai lakban hitam dengan sisi yang lengket ada diluar)

6.Sebagai media perekam cahaya, kita bisa memakai film atau kertas foto. Kertas foto lebih banyak dipilih karena lebih mudah dipegang dan mudah untuk memasangnya di safelight. Sedangkan jika menggunakan film, harus dipasang pada ruang yang gelap total. Yang perlu diperhatikan, kertas foto kurang sensitif terhadap cahaya jika dibandingkan dengan film.

7.Pasang kertas foto yang akan kita gunakan, dengan cara menempelkannya pada dinding dalam kamera pada arah yang berlawanan dengan lubang jarum. Emulsinya harus terletak berhadapan dengan lubang jarum (sisi yang mengandung emulsi biasanya terasa agak lengket bila dipegang)

Berikut ini contoh foto yang diambil dengan kamera lubang jarum. Memang hasilnya hitam putih, karena langsung jadi tanpa perlu mesin cetak dan tinta warna. Ciri khas dari kamera lubang jarum ialah foto yang dihasilkan akan terlihat cembung dan pada keempat sudutnya buram atau hitam.

Kamis, 17 Juni 2010

OVEN MATAHARI..nol emisi

Hobi memasak ?? Dan suka makan ?? Tentu tidak jauh-jauh dengan dapur. Apa yang anda pakai sebagai bahan bakar untuk kompor yang anda pakai memasak ? Apakah masih dengan minyak tanah atau gas elpiji ? Itu terserah pilihan anda. Namun saat ini minyak tanah sudah tidak disubsidi lagi oleh pemerintah dan kalaupun ada susah didapat dan harganya mahal. Jika memakai gas elpiji masih cukup mudah didapat, harganya lebih murah dan lebih bersih. Tetapi dengan seiring waktu harganya juga terus menanjak.

Sekarang ada pilihan alternatif sumber energi untuk memasak. Anda cukup dengan mengeluarkan sedikit uang untuk membuatnya. "Membuat ??"..itu mungkin pertanyaan yang ada di benak anda. "Ya.." Kita akan membuatnya, tepatnya membuat oven dan bahan bakarnya tidak perlu membeli. Kita sebut oven ini dengan sebutan "oven matahari". Memang kita cukup dengan memanfaatkan panasnya cahaya matahari yang tiada batas sebagai energi untuk memasak.

Cukup sediakan (1) kardus bekas mie instan dan kardus lain yang lebih kecil (2) kertas timah atau alumunium foil, (3) koran bekas atau rumput kering atau serbuk kayu, (4) cat hitam, (5) kaca bening atau plexiglas seukuran luas permukaan atas kardus besar, (6) panci warna gelap dengan tutup, dan (7) termometer (jika ada).


Cara membuatnya ialah :
  1. Lapisi semua sisi dalam kardus yang besar dengan kertas timah atau aluminium foil, termasuk pada sisi dalam tutup kardus.
  2. Cat sisi dalam kardus yang lebih kecil dengan cat warna hitam dan keringkan.
  3. Buka kardus besar yang telah berlapis kertas timah dan posisikan keempat tutupnya dengan sudut 60 derajat dari permukaan kardus.
  4. Masukkan kardus kecil ke dalam kardus besar, di antara keduanya isi dengan koran bekas yang telah diremas atau rumput kering atau serbuk kayu.
  5. Jika ingin langsung memasak, letakkan panci warna gelap (tentu sudah bersama makanan yang mau dimasak ) di dalam kerdus yang kecil.
  6. Tutup kardus dengan menggunakan kaca.
  7. Letakkan kardus di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.
  8. Oven ini lebih efektif bila dipakai tepat pada siang hari dimana matahari tepat tegak lurus di atas kita.
Oven kardus tenaga surya sederhana ini mudah dibuat dan cukup murah. Oven ini bisa stabil di suhu 90,5 derajat celcius, suhu yang lebih dari cukup untuk menjerang air dan memanggang kentang. Akan tetapi oven murah ini tetap saja memiliki kelemahan, yaitu kurang efektif bila dipakai di saat matahari belum cukup terik. Akan tetapi tidak ada salahnya mencoba energi alternatif yang murah meriah dan berlimpah. Selamat mencoba.


Sumber : Jon Bohmer ( National Geographic Indonesia edisi November 2009 )

Minggu, 13 Juni 2010

UNUNBIUM....si unsur kimia ke-112

Tabel periodik unsur kima

Yang pernah belajar Kimia semasa di sekolah menengah atas ( SMA ) tentu tidak asing melihat tabel di atas. Benar, tabel di atas adalah Tabel Periodik Unsur Kimia. Sudah sangat banyak unsur-unsur kimia yang telah ditemukan sejak dahulu sampai sekarang ini.

Tahun lalu, unsur kimia ke-112 yang merupakan hasil fusi nuklir masuk ke dalam tabel periodik. Sesungguhnya, elemen yang hingga kini merupakan unsur terberat itu sudah diidentifikasi pada tahun 1996 dean tim penemu ingin menamainya"copernicum" untuk menghormati Nicolas Copernicus. Pasalnya, teori Copernicus tentang matahari sebagai pusat sistem tata surya mirip dengan struktur atom yaitu elektron mengorbit nukleus.

Gambaran struktur dari "ununbium"

Menurut jadwal, nama copernicum bakal disetujui oleh International Union of Pure Applied Chemistry ( IUPAC ) tahun ini. Mengenai penamaan, biasanya para ilmuwan menamai unsur berdasarkan nama planet, tokoh mitologi atau warna. Namun bisa juga unsur dinamai berdasarkan tanah kelahirannya. Untuk menghindari terjadinya perselisihan dalam pemberian nama sebuah unsur, kini IUPAC menerbitkan panduan. Sebelum nama ditetapkan, harus ada nama latin sebagai nama sementara. Untuk unsur ke-112, namanya adalah "ununbium", artinya 112.


Sumber : central.sancarlos.k12.ca.us dan National Geographic Indonesia

PETIR 200 HARI


Dalam dekade terakhir ini, petir semakin sering menyambar tanah. Namun, di Danau Maracaibo yang terletak di mulut Sungai Catatumbo, Venezuela barat laut, petir tak henti-hentinya menyambar nyaris sambung-menyambung hampir selama 200 hari dalan setahun. Masyarakat kuno Yukpa di negeri itu percaya, kilatan cahaya petir yang berwarna biru, putih dan merah muda itu terjadi saat kunang-kunang bertemu dengan ruh para leluhur.


Karena dapat terlihat dari jarak hingga 160 kilometer, selama berabad-abad para pelaut menggunakan cahay petir Catatumbo sebagai pemandu. Di mata Angel G Munoz, ilmuwan Universitas Zulia, Maracaibo, fenomena petir Catatumbo itu seperti kembang api di tengah malam. Bahkan konon kabarnya si Colombus memakainya sebagai panduan dalam berlayar hingga akhirnya menemukan benua Amerika.

Rupanya, kunci keindahan petir Catatumbo terletak pada gas nontoksik Metana yang menguap dari rawa dan endapan minyak di kawasan tersebut. Berikut gambaran terbentuknya petir di sungai Catatumbo :

1. Angin lautan Karibia yang hangat dan lembap bertemu dengan angin Pegunungan Andes yang bisa menyebabkan badai guntur.

2. Metana menguap dari lapisan minyak di Danau Maracaibo dan dari materi rawa yang membusuk. Gas ini lalu dibawa angin ke awan.

3. Arus udara di dalam awan menyebarkan metana secara merata, tetapi gas tersebut tetap terkonsentrasi di daerah tertentu.

4. Dalam kondisi normal, udara di awan merupakan penyekat yang membuat aktivitas listrik menurun. Metana membuat sekat itu melemah, sehingga terjadilah petir.



Sumber : National Geographic Indonesia

GUNKANJIMA...pulau kapal perang

Ada sebuah pulau karang kecil di Jepang, tepatnya di barat daya kota Nagasaki. Pulau tersebut bernama Gunkanjima, pada akhir tahun 1950-an merupakan pulau terpadat di dunia. Ukuran pulau hanya seluas 480 meter X 150 meter itu ditinggali oleh 5.000 orang. Sebagian besar penghuninya adalah para pekerja tambang batubra yang terdapat di bawah pulau itu.

Letak pulau Ginkanjima di lepas pantai
barat daya kota Nagasaki


Pada tahun 1959 kepadatan penduduk di Gunkanjima mencapai 835 oprang per hektar dan 1.391 orang per hektar di pusat permukiman. Gunkanjima dalam bahasa Jepang berarti "pulau kapal perang". Nama itu diambila dari bangunan beton yang menjulang di sana yang membuat pulau itu berbentuk seperti kapal perang di tengah laut bila dilihat dari kejauhan.



Dilihat dari laut memang nampak seperti kapal perang

Awalnya pulau itu bernama Hashima. Ketika batu bara ditemukan di bawah pulau itu pada akhir periode 1800-an, pulau itu pun dibeli oleh korporasi Mitsubishi. Mitsubishi kemudian membangun permukiman, pertokoan, sekolah dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Gunkanjima kemudian diperluas untuk menampung populasi petambang batu bara beserta keluarganya.

Selama Perang Dunia II, ratusan warga China dan Korea dikirim ke pulai itu untuk kerja paksa. Sebagian dari mereka tewas karena kondisi yang memprihatinkan, dan sebagian lagi tewas akibat kecelakaan di pertambangan.



Benar-benar telah menjadi kota hantu

Pada tahun 1974 batu bara di Gunkanjima telah habis dan Mitsubishi menelantarkan pulau tersebut. Selain itu harga impor batu bara dari luar Jepang justru lebih murah, hal inilah yang membuat Jepang lebih memilih mengimpor. Sekarang pulau yang pernah menjadi tempat terpadat di dunia itu berubah menjadi kota hantu. Bangunan permukiman, pertokoan, sekolah dan sarana penunjang lainnya dibiarkan begitu saja. Pada tahun 2009 Mitsubishi mendonasikan pulau tersebut kepada Nagasaki untuk di buka lagi sebagai daerah wisata.


Sumber : Kompas edisi Minggu 13 Juni 2010, MetroTV

Senin, 07 Juni 2010

MOLA-MOLA....ikan teraneh di lautan

Mola-mola atau nama lainnya “sunfish”, merupakan satu makhluk terbesar dan paling aneh bentuknya di laut. Mola-mola dapat dijumpai di seluruh samudra di dunia. Bahkan di perairan Indonesia sudah kbeberapa kali ditemukan si Mola-mola ini. Saat ditemukan disuatu lautan, biasanya mereka sedang dalam masa bermigrasi. Tak banyak informasi yang diketahui tentang ikan besar yang ramah ini.

Bentuknya sekilas seperti kapak

Para peneliti dari Pusat Pelagis Univesitas New Hampshire tengah mempelajari perilaku Mola-mola dengan menggunakan transmitter radio yang didesain secara khusus sehingga mampu mengambang di permukaan air dan mengirimkan data lewat satelit. Yang mengejutkan, data yang dikumpulkan tentang gerakan Mola-mola menunjukkan bahwa Mola-mola di Atlantik utara bermigrasi sedikitnya 3000 kilometer dan dapat menyelam sedalam 800 meter. Mereka bermigrasi ke selatan pada waktu musim semi, terkadang dengan mengikuti tepian dasar benua dan bepergian sampai sejauh teluk Meksiko.

Mola-mola dikenal sebagai ikan yang mampu mengambang dalam waktu lama di permukaan air. Namun berdasarkan penelitian, Mola-mola mampu bermigrasi untuk periode yang cukup panjang di kedalaman samudra. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka mampu berenang di bawah arus yang mengalir ke utara ketika bermigrasi ke selatan. Makanan Mola-mola yang paling utama adalah ubur-ubur yang biasa ditemukan di sekitar penyu belimbing. Mola-mola juga menyantap zooplankton, cumi-cumi, bintang laut, belut laut, dan rumput laut.

Ukurannya sangat besar, bahkan bila manusia terlentang di atasnya,
laksana berbaring di karpet

Berat seekor Mola-mola dewasa bisa mencapai 2300 kilogram dan besarnya sekitar 4,3 meter. Mola-mola dikenal dengan bentuknya yang unik, yaitu memilki kepala raksasa, sirip yang panjang dan tidak memiliki ekor. Sebenarnya mereka memiliki ekor berupa “clavus” yaitu pucuk ekor yang bergelombang dan lebar yang sebenarnya tak berguna untuk berenang, tak seperti layaknya ikan pada umumnya. Kulit mereka dilapisi lendir yang menjadi tempat hidup beberapa jenis parasit.



Sumber : Kompas, Minggu 6 Juni 2010

COME and GO

free counters