Selasa, 10 April 2012
KETONGGENG..kalajengking berekor cambuk
Kamis, 05 April 2012
SI TOMCAT
Tetapi apakah benar si tomcat sedemikian berbahayanya ?. Ternyata pada kenyataannya tidaklah demikian. Si tomcat atau serangga dengan nama ilmiah Paederus fuscipes ini sebenarnya bukanlah hewan yang harus ditakuti. Mereka sebenarnya justru salah satu bagian dari pengendali ekosistem. Si tomcat ini ialah predator dari hama wereng yang menyerang tanaman padi. Sebagai predator dari wereng, tentu saja sangat mudah menemukannya di sekitar persawahan. Ia akan membuat manusia terganggu apabila populasinya meledak. Tomcat tidak akan hanya berkeliaran di areal sawah saja, bahkan akan masuk ke rumah warga di sekitar areal sawah.
Jumat, 29 April 2011
SKALA SCOVILLE : pengukur pedasnya cabe
Anda penyuka pedas ? Jika "iya" berarti anda penyuka cabe ? Ya..cabe adalah salah satu sayuran favorit bagi hampir semua manusia di bumi ini. Rasanya yang pedas justru menjadi kenikmatan bagi yang mengkonsumsinya. Tetapi tahukah anda ada berapa banyak jenis cabe di bumi ini ? Jawabannya cukup banyak, ada berpuluh-puluh jenis cabe dengan tingkatan pedas yang berbeda-beda. Dari yang tidak pedas sama sekali sampai yang sangat pedas.Selain sebagai penyuka cabe, apakah anda juga tahu bahwa cabe yang jenisnya beragam ternyata memiliki sebuah alat ukur untuk mengetahui tingkat kepedasannya ? Mungkin hanya sedikit yang tahu. Nama alat ukur itu adalah skala Scoville. Skala Scoville adalah ukuran tentang pedasnya cabai. Buah genus Capsicum (cabai) mengandung capsaicin, suatu bahan kimia yang merangsang ujung saraf penerima pedas di lidah, dan jumlah satuan pedas Scoville (SHU) menunjukkan jumlah capsaicin yang ada. Banyak sambal menggunakan peringkat Scoville mereka dalam iklan sebagai daya jualnya.

Namanya berasal dari Wilbur Scoville, seorang fisikawan Amerika Serikat yang mengembangkan Tes Organoleptic Scoville pada 1912. Pada rancangan aslinya, cairan ekstrak cabai dicampurkan dalam air gula sehingga 'pedasnya' tidak lagi dapat dideteksi oleh sebuah panel penguji (biasanya lima orang). Tingkat pencampurannya itu memberikan ukuran bagi skala Scoville ini. Jadi cabai manis yang tidak mengandung capsaicin sama sekali, pada skala Scoville nilainya nol. Artinya rasa pedas tidak ditemukan bahkan ketika cairan itu belum dicampurkan. Sebaliknya, cabai yang paling pedas, seperti misalnya cabai Habanero, mempunyai peringkat 300.000 atau lebih. Hal ini menunjukkan bahwa ekstraknya harus dicampurkan 300.000 kali lipat sebelum capsaicin yang hadir di dalamnya tidak terasa lagi. 15 satuan Scoville sama tingkatnya dengan satu bagian capsaicin per satu juta. Jadi, konsentrasi yang tertinggi sama nilainya dengan 15.000.000 satuan Scoville. Kelemahan teresar dari Tes Organoleptik Scoville ialah ketidaktepatannya, karena ia mengandalkan subyektivitas manusia.
Peringkat Scoville berbeda-beda dalam suatu spesies— yang paling mudah dengan faktor 10 atau lebih—tergantung pada keturunan benih, iklim dan bahkan tanah. Hal ini khususnya berlaku untuk habaneros.
| 16.000.000 | Kapsaisin murni, Dihidrokapsaisin |
| 9.100.000 | Nordihidrokapsaisin |
| 8.600.000 | Homodihidrokapsaisin dan Homokapsaisin |
| 7.100.000 | Sambal "The Source" |
| 5.300.000 | Semprotan merica polisi |
| 2.000.000 | Semprotan merica biasa atau Bom Cabai |
| 855.000 - 1.359.000 | Cabai Naga Viper |
| 350.000 - 580.000 | Savina Merah habanero |
| 100.000 - 350.000 | Cabai Habanero |
| 100.000 - 325.000 | Scotch bonnet |
| 100.000 - 225.000 | Piri piri |
| 100.000 - 200.000 | Cabai pedas Jamaika |
| 100.000 - 125.000 | Cabai cayenne Carolina |
| 95.000 - 110.000 | Cabai Bahama |
| 85.000 - 115.000 | Cabai Tabiche |
| 50.000 - 100.000 | Cabai rawit, Cabai Chiltepin, Rocoto |
| 40.000 - 58.000 | Cabai Pequin |
| 40.000 - 50.000 | Cabai super chile, Cabai Santaka |
| 30.000 - 50.000 | Cabai Cayenne, Cabai Tabasco |
| 15.000 - 30.000 | Cabai de Arbol |
| 12.000 - 30.000 | Cabai Manzano, Ajà |
| 5.000 - 23.000 | Cabai Serano |
| 5.000 - 10.000 | Cabai lilin panas, Chipotle |
| 2.500 - 8.000 | Jalapeño, Cabai Santaka, Saus Tabasco |
| 2.500 - 5.000 | Cabai Guajilla |
| 1.500 - 2.500 | Cabai Rocotilla |
| 1.000 - 2.000 | Cabai Pasilla, Cabai Ancho, Cabai Poblano |
| 700 - 1.000 | Cabai Coronado |
| 500 - 2.500 | Cabai Anaheim |
| 500 - 1.000 | Cabai New Mexico |
| 500 - 700 | Cabai Santa Fe Grande |
| 100 - 500 | Cabai Pepperoncini, Pimento |
| 0 | Paprika |
Jumat, 01 April 2011
TAK ADA SUMUR DI SINI
Di kaki gunung pepohonan masih cukup lebat sehingga banyak bisa ditemui mata air. Masyarakat cukup memanfaatkan keberadaan mata air tersebut untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih. Untuk menyalurkan air dari sumbernya ke rumah-rumah masyarakat bergotong royong membangun saluran air. Mereka menyalurkan air dengan menggunakan pipa-pipa besi dan PVC. Dari mata air, air disalurkan ke setiap desa dengan pipa besi ukuran cukup besar, dimana di setiap desa telah ada bak ukuran besar sebagai tampungan sementara. Setelah dari bak besar, air disalurkan ke setiap dusun dengan pipa PVC yang ukurannya lebih kecil daripada pipa besi tadi.
Di setiap dusun telah terdapat bak air denga ukuran yang lebih kecil. Barulah dari bak ukuran kecil tadi air disalurkan ke rumah-rumah dengan menggunakan selang pastik seukuran jari. Di rumahpun, setiap warga sudah menyiapkan dua buah bak besar guna menampung air. Satu bak pertama sebagai tampungan awal sekaligus cadangan, dan bak kedua letaknya di kamar mandi. Bak kedua inilah air dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.
Memperoleh air langsung dari mata air bukan berarti ketersediannya air akan selalu melimpah. Bila musim kemarau, debit air bisa kecil. Namun bila saat musim hujan, debit air cukup banyak. Tidak cukup sampai disini saja. Ternyata walaupun kita tak perlu menimba dalam mendapatkan air, bukan berarti pipa-pipa penyalur air tadi tidak lepas dari perwatan. Memang untuk pipa besi ukuran besar bisa awet sangat lama, akan tetapi pipa jenis PVC perlu diganti secara berkala setiap sekian tahun sekali. namun yang paling sering memerlukan pemeriksaan adalah pipa plastik yang menuju ke rumah tadi. Sering kali pipa plastik ini tersumbat oleh lumut, sehingga perlu sering-sering dibersihkan dengan cara di"ogrok-ogrok" dengan menggunakan kawat panjang. Jadi..agar air tetap mengalir sampai rumah..lumut harus disingkirkan...karena di gunung susah bikin sumur.
Di kaki gunung pepohonan masih cukup lebat sehingga banyak bisa ditemui mata air. Masyarakat cukup memanfaatkan keberadaan mata air tersebut untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih. Untuk menyalurkan air dari sumbernya ke rumah-rumah masyarakat bergotong royong membangun saluran air. Mereka menyalurkan air dengan menggunakan pipa-pipa besi dan PVC. Dari mata air, air disalurkan ke setiap desa dengan pipa besi ukuran cukup besar, dimana di setiap desa telah ada bak ukuran besar sebagai tampungan sementara. Setelah dari bak besar, air disalurkan ke setiap dusun dengan pipa PVC yang ukurannya lebih kecil daripada pipa besi tadi. Di setiap dusun telah terdapat bak air denga ukuran yang lebih kecil. Barulah dari bak ukuran kecil tadi air disalurkan ke rumah-rumah dengan menggunakan selang pastik seukuran jari. Di rumahpun, setiap warga sudah menyiapkan dua buah bak besar guna menampung air. Satu bak pertama sebagai tampungan awal sekaligus cadangan, dan bak kedua letaknya di kamar mandi. Bak kedua inilah air dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.
Memperoleh air langsung dari mata air bukan berarti ketersediannya air akan selalu melimpah. Bila musim kemarau, debit air bisa kecil. Namun bila saat musim hujan, debit air cukup banyak. Tidak cukup sampai disini saja. Ternyata walaupun kita tak perlu menimba dalam mendapatkan air, bukan berarti pipa-pipa penyalur air tadi tidak lepas dari perwatan. Memang untuk pipa besi ukuran besar bisa awet sangat lama, akan tetapi pipa jenis PVC perlu diganti secara berkala setiap sekian tahun sekali. namun yang paling sering memerlukan pemeriksaan adalah pipa plastik yang menuju ke rumah tadi. Sering kali pipa plastik ini tersumbat oleh lumut, sehingga perlu sering-sering dibersihkan dengan cara di"ogrok-ogrok" dengan menggunakan kawat panjang. Jadi..agar air tetap mengalir sampai rumah..lumut harus disingkirkan...karena di gunung susah bikin sumur.
Rabu, 23 Maret 2011
ADA "HIK" ADA "SEGO KUCING"
Makan di hik akan memberikan suasana yang berbeda bila dibandingkan makan di warung makan atau restoran. Di hik, penikmat kuliner ( waalah istilahe kok duwurmen he.he..) bisa duduk di bangku panjang tanpa sandaran di depan atau samping dari gerobak yang dipakai untuk memajang korban dari para manusia yang kalo malam pada kelaparan ( korban yang dimaksud adalah makanan dan minuman ha.ha.ha..ha ). atau bisa juga duduk lesehan dengan tikar di kanan kiri gerobak. Pencahayaan yang diberikan di hik memang dibuat temaram sehingga berkesan hangat, dekat dan akrab. Kalau tidak percaya monggo dicoba sekali-kali makan di hik tapi lampunya dibuat terang pakai lampu 200 Watt, dijamin gak betah nongkrong apalagi makan. Pencahayaan yang dipakai biasanya lampu minyak atau istilah kerennya "lampu teplok". Namun sekarang berhubung pemerintah gak mendukung rakyat kecil ( minyak tanah mahal ) maka diganti dengan lampu listrik dengan daya terang 2,5 watt atau 5 watt.
Menu yang tersedia di hik sangat banyak dan merupakan menu makanan sederhana. Dari minuman seperti es teh, es jeruk, susu jahe, STMJ ( susu telur madu jahe ), kopi dan soda gembira. Harga minuman mulai dari Rp.1000 sampai dengan Rp.6000 . Berbagai macam camilan yang biasa seperti goreng-gorengan ( bakwan, tahu, tempe, pisang goreng, tape goreng, timus ), bacem-baceman ( tahu/tempe/ceker/kepala ayam ), sate-satenan ( sate telur gemak, ati ampela, usus, sosis ). Gorengan perpotong dihargai Rp.500, sate harganya mulai dari Rp.1000 sampai Rp.2000. Dan untuk yang mengenyangkan tersedia dalam bentuk bungkusan, ( harga perbungkus Rp.1000) ada capjay, bihun goreng, nasi goreng dan yang cukup terkenal, unik dan menjadi identitas dari hik itu sendiri adalah SEGO KUCING.
Bagi yang baru coba makan di hik pasti rada aneh mendengar menu terakhir di atas. Ya..SEGO KUCING..Sego kucing yang bahasa indonesianya nasi kucing dan bahasa Inggrisnya cat rice hanyalah sebuah sebutan saja. Bukan berarti nasi berlaukkan daging kucing. Sebutan itu disebabkan oleh porsi atau ukuran pengemasannya sama dengan porsi yang dimakan oleh kucing. Pada awalnya, sego kucing muncul pertama kali di wilayah kota Klaten, sehingga masyarakat Klaten bolehlah berbangga oleh karena kuliner mereka kini sudah melegenda. Karena kemasannya yang cukup kecil, biasanya seorang tidak cukup bila cuma melahap satu bungkus sego kucing. Ia minimal akan menghabiskan dua atau tiga bungkus sego kucing. Lauk yang terdapat dalam sego kucing sebenarnya juga SSS ( sangat sederhana sekali, atau bahkan kesannnya "ndeso banget" ) berupa beberapa ikan teri goreng atau sepotong daging ikan bandeng seukuran jari plus sambal terapi. Terkadang ada juga sepotong timun sebagai pelengkap. Bagi yang tidak suka ikan teri atau bandeng, penjual biasanya juga menyediakan sego kucing yang berlaukkan oseng-oseng tempe.
Apakah keunikan dari hik sebatas kedua hal di atas ? Tidak...masih ada satu lagi keunikannya. Di hik, konsumennya berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa sampai eksekutif, dari anak-anak sampai orang tua dan yang pasti muda-mudi. Jadi tidak heran, hik bisa dipakai sebagai tempat untuk berpacaran, tempat untuk membahas isu-isu terbaru, sampai juga masalah lobi-melobi dalam bisnis.
Bagi yang sudah biasa jajan di hik, monggo teruskan kebiasaan itu sebagai bentuk pelestarian kuliner asli Indonesia. Bagi yang belum, silahkan mencoba keunikannya. Dan harapan ke depan, semoga saja hik bisa menjadi sarana wisata kuliner khas dari Indonesia. Hidup hik...hidup sego kucing.....
Senin, 21 Maret 2011
BUAHNYA BISA MELEDAK
Tanaman ini termasuk dalam jenis tanaman semak dengan buah kecil berbentuk bulat panjang kecil dan ujungnya meruncing. Saat masih muda buahnya berwarna hijau dengan tengah berwarna kuning, saat tua buah berwarna coklat. Tanaman ini di setiap tempat memiliki nama berbeda-beda dan sampai saat ini penulis belum menemukan nama yang baku dan nama ilmiahnya ( bagi yang tahu nama baku dan ilmiahnya boleh menulisnya di komentar he..he..he..).
Sebenarnya tanaman ini biasa saja. Namun ada satu hal yang menarik perhatian penulis untuk mengunggahnya di blog ini. Penulis teringat pada masa kecil dulu suka bermain tanaman ini. Bagaimana cara mainnya ? Begini..! Anda melihat buahnya yang panjang runcing berwarna coklat ? Ya...buah dari tanaman inilah yang menarik dan unik, dan akhirnya bisa untuk menjadi mainan. Coba petik buahnya yang sudah coklat, lalu celupkan ujung buah yang runcing ke air. Tunggu beberapa detik...dan..."ppleetakkk.." Buah tersebut akan pecah mulai dari ujung yang runcing sampai pangkal dan menimbulkan suara yang cukup keras. Oleh karena itu penulis menamainya "Pletekan" seperti suara buahnya saat pecah. Yang lebih unik lagi, dengan buahnya seseorang bisa iseng dengan tujuan mengagetkan orang lain. Caranya ialah dengan mencelupkan buah tersebut ke air lalu meletakkannya di bahu atau di atas kepala teman yang mau diisengi. Tunggu beberapa detik...lalu akan "ppleetakk.." Bagi mereka yang menjadi korban akan cukup terkejut dengan bunyi dan getaran dari buah yang pecah tadi.
Dulu penulis sering melakukannya, namun maaf..agak sedikit jorok. Soalnya sebagai pengganti air untuk membasahi buah tadi, menggunakan air ludah ( he..he..he ). Soalnya kalau harus bawa air repot. Namun tidak apa-apalah sedikit iseng ...hehe..he
Minggu, 21 November 2010
SEPANJANG APA TEMPEmu ??
Di kesempatan ini kita tidak akan membahas tentang siapa pemilik tempe, yang pasti semua orang itu berhak untuk makan tempe sepuasnya. Selama ini kita sering menjumpai rupa-rupa tempe, dari yang ukuran seKTP sampai seukuran buku tulis, dari yang berbahan dasar kedelai, kacang-kacangan sampai ampas kedelai ( tempe gembus ), dari yang berbungkus daun jati, pisang ataupun plastik.
Lalu bagaimana jika pembeli ingin membelinya ? Gampang..pembeli pengen beli yang utuh atau seperlunya saja. Kalau beli utuh yang tinggal ditukar sama 1 lembar uang Rp.20000 ( ini menurut perhitungan penulis, sebab sepotong tempe ukuran 10 cm harganya Rp.2000...jadi penulis agak paranormal gitu...ha..ha..). Yang pasti dijamin rasanya lebih ajib dari pada buatan Jepang, soalnya pakai daun jati yang akan memberikan aroma dan rasa tempe yang sangat-sangat tempe.......monggo plesiran ke Ngrambe dan belanja tempenya dan rasakan kepanjangan tempenya...
Selasa, 03 Agustus 2010
SI RAMBUT GIMBAL....bukan rasta bukan punk
Ternyata kekayaan yang dimiliki oleh Dieng tidak hanya gunung berapi, jajaran pegunungan dan hamparan lading sayur mayur yang elok saja. Di sana juga menyimpan kekayaan budaya yang sangat unik, yaitu tradisi potong rambut gimbal. Tradisi ini terdapat di Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Walau tidak semua tak semua anak di desa berambut gimbal, namun jumlah anak yang berambut gimbal cukup banyak. Gimbal tersebut tidak seperti yang dimiliki oleh anak-anak penggemar aliran rasta atau anak punk yang dengan sengaja membuatnya menjadi gimbal. Gimbal yang dimiliki anak-anak di dataran Dieng ini terjadi secara alami.
Warga setempat percaya bahwa anak gimbal tersebut adalah titisan dari Mbah Kolodite yang diyakini secara turun-temurun sebagai kiai yang memilki ilmu spiritual tinggi di Dataran Tinggi Dieng pada dahulu kala. Awal mulanya seorang anak memiliki rambut gimbal adalah ketika mereka akan menginjak usia satu tahun. Anak-anak itu mengalami demam tinggi yang bagi medis tidak bisa mengatasinya. Hingga beberapa minggu setelah mengalami demam, timbullah rambut gimbal pada anak-anak itu. Jika rambut gimbal itu disisir, rambut itu akan kembali gimbal. Sementara jika rambut gimbal itu dipotong, anaknya akan sakit keras. Oleh karena itu diperlukan ritual khusus untuk memotong rambut gimbal.
Permintaan anak berambut gimbal harus dituruti sebagai syarat ritual, selain juga anak gimbal bersedia mengikuti ritual atas kemauannya sendiri. Ritual potong rambut gimbal dilaksanakan di Komplek Candi Arjuna. Permintaan anak gimbal bermacam-macam dan terkadang lucu atau aneh. Ada yang meminta tempe gembus setampah, bebek lima ekor, telur asin seember, seekor kambing dan lain-lainnya.
Setelah semua kebutuhan ritual terpenuhi, termasuk menambahkan ikatan kain di kepala dan menyelimuti tubuh anak gimbal dengan kain mori serta anak gimbal telah dibersihkan dengan air Sendang Sedayu, satu per satu anak gimbal didudukkan di tangga candi. Ritual pemotongan rambut gimbal dimulai, dengan diiringi rapalan doa dari sesepuh desa, orangtua dan warga yang hadir menyertai ritual.
Itulah salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Dataran Tinggi Dieng yang juga merupakan kekayaan budaya Negara kita tercinta. Sampai sekarang ritual potong rambut gimbal ini masih rutin dilaksanakan. Bukan saja untuk menjalankan kepercayaan yang sudah lama ada, tetapi juga demi tetap lestarinya budaya setempat agar tidak tergerus jaman.
Sumber : Harian Kompas dan infojawatengah.com
Jumat, 30 Juli 2010
PENEBAR AROMA TAK SEDAP
Sebaran bunga bangkai banyak terdapat di Asia Tenggara, terutama Indonesia ( Sumatra dan Jawa ), Madagaskar, India, Cina selatan dan Australia utara. Berikut ini macam-macam bunga bangkai yang bisa ditemui di Indonesia dan luar Indonesia :
1. RAFFLESIA ARNOLDIINama lokal : Rafflesia
Sebaran : Sumatra
Habitat : Hutan sekunder
Ukuran : diameternya 1- 2 meter
Nama lokal : -
Sebaran : Sumatra, Jawa
Habitat : Hutan sekunder, semak belukar
Ukuran : tinggi mencapai 30-40cm
3. AMORPHOPHALLUS PAEONIIFOLIUSNama lokal : Suweg
Sebaran : Madagaskar, India, Thailand, Indocina,
Cina selatan, Australia utara
Ukuran : tinngi mencapai 0,7 m lebar 0,5 m
4. AMORPHOPHALLUS SAGITTARIUSNama lokal : -
Sebaran : Jawa Barat
Habitat : Hutan sekunder
Ukuran : tinggi mencapai 30-40cm
Nama lokal : Bunga bangkai, kruing, kerubut
Sebaran : Sumatra
Habitat : Hutan sekunder
Ukuran : tinggi mencapai >2 m, lebar 1,5 m
6. AMORPHOPHALLUS DECUS-SILVAENama lokal : acung jangkung
Sebaran : Jawa
Habitat : Hutan sekunder
Ukuran : tinggi batangnya bisa mencapai >4 m
DAUR HIDUP BUBGA BANGKAI
Bunga bangkai masuk dalam suku talas-talasan ( Araceae ), terdiri atas dua bagian utama : seludang dan tongkol. Seludang adalah bagian yang menyerupai mahkota berwarna merah gelap dan berfungsi melindungi bakal buah dan menarik perhatian serangga penyerbuk. Bunga bangkai betina akan mekar lebih dulu dibandingkan dengan yang jantan. Itu sebabnya penyerbukan sendiri tak pernah dapat terjadi karena saat serbuk sari keluar, bunga betina sudah tidak bisa menerima. Dengan demikian dibutuhkan penyerbukan silang.
Bunga bangkai memiliki siklus hidup dua tahap, yaitu masa berdaun ( vegetatif ) dan masa berbunga ( generatif ). Kedua tahapan itu selalu diselingi oleh masa istirahat. Daur hidup bunga ini berlangsung antara 20-40 tahun, sejak mulai biji hingga pertama kali berbunga.
Sumber : Harian Kompas dan National Geographic Indonesia edisi Juni 2010
Rabu, 28 Juli 2010
KAMERA LUBANG JARUM
Namun bagi anda yang tidak memiliki kedua jenis kamera, anda bisa memilikinya tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak. Bagaimana bisa ? Mungkin itu pertanyaan yang akan anda ajukan...Jawabannya "bisa". Yaitu dengan membuat sendiri kamera lubang jarum. Disebut kamera lubang jarum karena kamera ini tak memakai lensa dan hanya memerlukan satu buah lubang seukuran jarum.
Kamera tanpa lensa ini telah dipakai sejak dulu kala. Pada abad keempat, sejumlah tokoh Yunani seperti Aristoteles dan Euclid telah mendeskripsikan teknik tersebut. Begitu pula, pada abad kelima, seorang filsuf Cina bernama Mo Jing juga telah bermain-main dengan teknik ini, yang ternyata memang sederhana namun bekerja dengan cukup baik.
Bayangkan bahwa anda memiliki sebuah ruang kamar yang benar-benar tertutup rapat, kecuali pada sebuah ‘lubang jarum’ di salah satu sisinya. Gelombang cahaya akan ‘bocor’ memasuki lubang ini, sehingga sebuah citra akan terbentuk pada sisi dinding yang berseberangan dengan ‘lubang jarum’. Seperti terlihat pada gambar, citra yang terbentuk menyerupai objek yang terletak di luar ruang kamar, hanya saja terproyeksikan secara terbalik.Untuk membuat kamera lubang jarum, anda membutuhkan bahan antara lain :
1. Kaleng bekas rokok, atau kaleng biskuit.
2. Cat warna hitam doff.
3. Lakban hitam.
4. Kertas foto.
Berikut ini cara membuatnya :
1.Gunakan kaleng atau kotak kecil sebagai badan kamera. Kemarin yang digunakan untuk kamera adalah kaleng biskuit.
2.Keseluruhan badan kamera (interior maupun eksteriornya) di cat hitam (biasanya pake cat doff bukan yang glossy) untuk mencegah adanya refleksi cahaya
3.Buat sebuah lubang kecil di salah satu sisi sebagai jalan masuk cahaya (diafragma). Bila lubang terlalu besar, tutup lubang dengan aluminium, lalu lubangi aluminium dengan jarum.
4.Tempelkan sebuah penutup yang berfungsi sebagai rana (bisa menggunakan lakban hitam) di lubang tersebut untuk mencegah masuknya cahaya saat kita sedang tidak melakukan pemotretan. Untuk mengecek apakah lubang tersebut telah sesuai dengan yang diinginkan, kita dapat mengetahuinya dengan melihat ke dalam sisi belakang kamera.
5.Pada sisi dalam kaleng a.k.a kamera yang berhadapan dengan lubang tersebut, tempelkan juga sebuah double tape untuk menahan kertas foto (biasanya memakai lakban hitam dengan sisi yang lengket ada diluar)
6.Sebagai media perekam cahaya, kita bisa memakai film atau kertas foto. Kertas foto lebih banyak dipilih karena lebih mudah dipegang dan mudah untuk memasangnya di safelight. Sedangkan jika menggunakan film, harus dipasang pada ruang yang gelap total. Yang perlu diperhatikan, kertas foto kurang sensitif terhadap cahaya jika dibandingkan dengan film.
7.Pasang kertas foto yang akan kita gunakan, dengan cara menempelkannya pada dinding dalam kamera pada arah yang berlawanan dengan lubang jarum. Emulsinya harus terletak berhadapan dengan lubang jarum (sisi yang mengandung emulsi biasanya terasa agak lengket bila dipegang)
Berikut ini contoh foto yang diambil dengan kamera lubang jarum. Memang hasilnya hitam putih, karena langsung jadi tanpa perlu mesin cetak dan tinta warna. Ciri khas dari kamera lubang jarum ialah foto yang dihasilkan akan terlihat cembung dan pada keempat sudutnya buram atau hitam.Kamis, 17 Juni 2010
OVEN MATAHARI..nol emisi
Sekarang ada pilihan alternatif sumber energi untuk memasak. Anda cukup dengan mengeluarkan sedikit uang untuk membuatnya. "Membuat ??"..itu mungkin pertanyaan yang ada di benak anda. "Ya.." Kita akan membuatnya, tepatnya membuat oven dan bahan bakarnya tidak perlu membeli. Kita sebut oven ini dengan sebutan "oven matahari". Memang kita cukup dengan memanfaatkan panasnya cahaya matahari yang tiada batas sebagai energi untuk memasak.
Cukup sediakan (1) kardus bekas mie instan dan kardus lain yang lebih kecil (2) kertas timah atau alumunium foil, (3) koran bekas atau rumput kering atau serbuk kayu, (4) cat hitam, (5) kaca bening atau plexiglas seukuran luas permukaan atas kardus besar, (6) panci warna gelap dengan tutup, dan (7) termometer (jika ada).

Cara membuatnya ialah :
- Lapisi semua sisi dalam kardus yang besar dengan kertas timah atau aluminium foil, termasuk pada sisi dalam tutup kardus.
- Cat sisi dalam kardus yang lebih kecil dengan cat warna hitam dan keringkan.
- Buka kardus besar yang telah berlapis kertas timah dan posisikan keempat tutupnya dengan sudut 60 derajat dari permukaan kardus.
- Masukkan kardus kecil ke dalam kardus besar, di antara keduanya isi dengan koran bekas yang telah diremas atau rumput kering atau serbuk kayu.
- Jika ingin langsung memasak, letakkan panci warna gelap (tentu sudah bersama makanan yang mau dimasak ) di dalam kerdus yang kecil.
- Tutup kardus dengan menggunakan kaca.
- Letakkan kardus di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.
- Oven ini lebih efektif bila dipakai tepat pada siang hari dimana matahari tepat tegak lurus di atas kita.
Sumber : Jon Bohmer ( National Geographic Indonesia edisi November 2009 )
Minggu, 13 Juni 2010
UNUNBIUM....si unsur kimia ke-112
Tahun lalu, unsur kimia ke-112 yang merupakan hasil fusi nuklir masuk ke dalam tabel periodik. Sesungguhnya, elemen yang hingga kini merupakan unsur terberat itu sudah diidentifikasi pada tahun 1996 dean tim penemu ingin menamainya"copernicum" untuk menghormati Nicolas Copernicus. Pasalnya, teori Copernicus tentang matahari sebagai pusat sistem tata surya mirip dengan struktur atom yaitu elektron mengorbit nukleus.
Sumber : central.sancarlos.k12.ca.us dan National Geographic Indonesia
PETIR 200 HARI


Karena dapat terlihat dari jarak hingga 160 kilometer, selama berabad-abad para pelaut menggunakan cahay petir Catatumbo sebagai pemandu. Di mata Angel G Munoz, ilmuwan Universitas Zulia, Maracaibo, fenomena petir Catatumbo itu seperti kembang api di tengah malam. Bahkan konon kabarnya si Colombus memakainya sebagai panduan dalam berlayar hingga akhirnya menemukan benua Amerika.
Rupanya, kunci keindahan petir Catatumbo terletak pada gas nontoksik Metana yang menguap dari rawa dan endapan minyak di kawasan tersebut. Berikut gambaran terbentuknya petir di sungai Catatumbo :
1. Angin lautan Karibia yang hangat dan lembap bertemu dengan angin Pegunungan Andes yang bisa menyebabkan badai guntur.2. Metana menguap dari lapisan minyak di Danau Maracaibo dan dari materi rawa yang membusuk. Gas ini lalu dibawa angin ke awan.
3. Arus udara di dalam awan menyebarkan metana secara merata, tetapi gas tersebut tetap terkonsentrasi di daerah tertentu.
4. Dalam kondisi normal, udara di awan merupakan penyekat yang membuat aktivitas listrik menurun. Metana membuat sekat itu melemah, sehingga terjadilah petir.
Sumber : National Geographic Indonesia
GUNKANJIMA...pulau kapal perang
Pada tahun 1959 kepadatan penduduk di Gunkanjima mencapai 835 oprang per hektar dan 1.391 orang per hektar di pusat permukiman. Gunkanjima dalam bahasa Jepang berarti "pulau kapal perang". Nama itu diambila dari bangunan beton yang menjulang di sana yang membuat pulau itu berbentuk seperti kapal perang di tengah laut bila dilihat dari kejauhan.

Awalnya pulau itu bernama Hashima. Ketika batu bara ditemukan di bawah pulau itu pada akhir periode 1800-an, pulau itu pun dibeli oleh korporasi Mitsubishi. Mitsubishi kemudian membangun permukiman, pertokoan, sekolah dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Gunkanjima kemudian diperluas untuk menampung populasi petambang batu bara beserta keluarganya.
Selama Perang Dunia II, ratusan warga China dan Korea dikirim ke pulai itu untuk kerja paksa. Sebagian dari mereka tewas karena kondisi yang memprihatinkan, dan sebagian lagi tewas akibat kecelakaan di pertambangan.

Pada tahun 1974 batu bara di Gunkanjima telah habis dan Mitsubishi menelantarkan pulau tersebut. Selain itu harga impor batu bara dari luar Jepang justru lebih murah, hal inilah yang membuat Jepang lebih memilih mengimpor. Sekarang pulau yang pernah menjadi tempat terpadat di dunia itu berubah menjadi kota hantu. Bangunan permukiman, pertokoan, sekolah dan sarana penunjang lainnya dibiarkan begitu saja. Pada tahun 2009 Mitsubishi mendonasikan pulau tersebut kepada Nagasaki untuk di buka lagi sebagai daerah wisata.
Sumber : Kompas edisi Minggu 13 Juni 2010, MetroTV
Senin, 07 Juni 2010
MOLA-MOLA....ikan teraneh di lautan
Para peneliti dari Pusat Pelagis Univesitas New Hampshire tengah mempelajari perilaku Mola-mola dengan menggunakan transmitter radio yang didesain secara khusus sehingga mampu mengambang di permukaan air dan mengirimkan data lewat satelit. Yang mengejutkan, data yang dikumpulkan tentang gerakan Mola-mola menunjukkan bahwa Mola-mola di Atlantik utara bermigrasi sedikitnya 3000 kilometer dan dapat menyelam sedalam 800 meter. Mereka bermigrasi ke selatan pada waktu musim semi, terkadang dengan mengikuti tepian dasar benua dan bepergian sampai sejauh teluk Meksiko.
Mola-mola dikenal sebagai ikan yang mampu mengambang dalam waktu lama di permukaan air. Namun berdasarkan penelitian, Mola-mola mampu bermigrasi untuk periode yang cukup panjang di kedalaman samudra. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka mampu berenang di bawah arus yang mengalir ke utara ketika bermigrasi ke selatan. Makanan Mola-mola yang paling utama adalah ubur-ubur yang biasa ditemukan di sekitar penyu belimbing. Mola-mola juga menyantap zooplankton, cumi-cumi, bintang laut, belut laut, dan rumput laut.
Berat seekor Mola-mola dewasa bisa mencapai 2300 kilogram dan besarnya sekitar 4,3 meter. Mola-mola dikenal dengan bentuknya yang unik, yaitu memilki kepala raksasa, sirip yang panjang dan tidak memiliki ekor. Sebenarnya mereka memiliki ekor berupa “clavus” yaitu pucuk ekor yang bergelombang dan lebar yang sebenarnya tak berguna untuk berenang, tak seperti layaknya ikan pada umumnya. Kulit mereka dilapisi lendir yang menjadi tempat hidup beberapa jenis parasit.
Sumber : Kompas, Minggu 6 Juni 2010














